Uniknya Masjid Bernuansa Tiongkok Di Kota Bandung

Salah satu takmir masjid tertua di bandung yakni Ahmad jauhari berharap agar masyarakat selalu bisa menjaga masjid-masjid sejarah yang ada di kota Bandung.

“Di sebuah komunitas yang ada di Kota  Bandung untuk terus berkembang dan bermanfaat bagi masjid dan warga sekitarnya serta berfungsi untuk mempertahankan masjid bersejarah yang ada di kota Bandung.

Sehingga terus dipertahankan dan dipertahankan,” kata Ahmad. Keadaan ini mendorong gagasan dari beberapa tokoh masyarakat untuk mengembangkan masjid yang lebih besar.

Uniknya Masjid Bernuansa Tiongkok Di Kota Bandung

Negara yang menjadi kandidat adalah lapangan tenis di Jalan Sabang, sebidang tanah di Jalan Cihapit (sekarang kantor polisi) dan lapangan Pulo Laut (Taman Pramuka). Masjid ini sebenarnya tidak terlalu luas, dengan konsep yang memanjang.

Tidak jauh berbeda dengan Masjid Lautze, masjid ini juga didirikan untuk memfasilitasi komunitas Cina yang ingin belajar Islam pada saat itu. Salah satu jalan lalu lintas tersibuk di kota, Jalan Asia Afrika juga terlihat dari atas menara, termasuk beberapa bangunan tua yang melapisi jalan dengan elegan. Bangunan-bangunan itu termasuk Hotel Homann, gedung kantor Pikiran Rakyat, gedung Merdeka, gedung PLN, bekas gedung

Nederlandsche Handel Mij (NHM), bekas gedung NI Escompto Mij, gedung pos besar di gedung Jiwasraya. . Dua tahun kemudian, ia mendirikan Urbane, sebuah perusahaan konsultan untuk perencanaan, arsitektur, dan desain.

Tim Urbane merancang Masjid Al Safar dan masjid lainnya, serta banyak bangunan lain di Bandung dan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Museum Tsunami di Aceh.

Terletak di Jalan ABC di Bandung, masjid ini juga merupakan pusat aktivitas Muslim Cina. Selain Masjid Lautze 2, ada juga masjid unik dengan arsitektur Cina di kota Bandung, Masjid Al-Imtizaj.

Pengalaman menarik yang akan mengejutkan semua orang. Jika Anda bosan dengan suasana di sekitar Masjid Agung Bandung, Anda juga dapat menikmati suasana lain seperti menonton bioskop di dekat Masjidil Haram.

Elemen Jawa dapat dilihat pada ukiran di dalam dan di luar masjid, serta di menara, dan juga Kubah Masjid Enamel dalam bentuk segitiga. Di depan gedung, ditopang oleh pilar dengan bangunan bergaya Eropa.

Masjid yang terletak di Jalan Cipaganti (sekarang Jalan Wiranatakusumah) ini masih berdiri kokoh. Ini berusia 84 tahun dan bentuk aslinya masih dipertahankan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mengunjungi Masjid Agung Bandung.

Dalam desain presiden pertama Indonesia, Soekarno, Masjid Agung Bandung mengalami transformasi total, termasuk Kubah Masjid dari “nyungcung” sebelumnya menjadi kubah persegi panjang dengan gaya Timur Tengah seperti bawang.

Masjid Cipaganti Raya sendiri telah beberapa kali direnovasi. Ketika masjid dibangun, hanya butuh satu tahun untuk membangun, dan masjid itu sekitar tujuh kali sembilan kali sembilan meter.

Tetapi renovasi dilakukan pada tahun 1965 dan 1979 untuk meningkatkan kapasitas masjid. Bentuk arsitekturnya sendiri menggabungkan gaya arsitektur Jawa dan Eropa.

Setelah Masjid di Cipaganti ini selesai dibangun dan di renovasi, Mama Aden, yakni salah satu pendeta terkenal sekaligus pengkhotbah di Mungsolkanas, juga sempat memperkenalkan seorang pendeta bernama Juanda kepada Bupati Bandung untuk memimpin Masjid Cipaganti. 

Untuk mengurangi beban, kubah dibangun dengan konstruksi kerangka ruang yang kemudian ditutup dengan bahan logam yang dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi. Selain kubah utama Masjid Agung Bandung, ia juga dilengkapi dengan dua kubah kecil, masing-masing berdiameter 25 meter, di atas sebuah bangunan tambahan. 

Seperti kubah utama, dua kubah tambahan menggunakan konstruksi kerangka ruang, tetapi ditutupi dengan bahan transparan untuk meningkatkan cahaya masjid.

Oleh karena itu Cipaganti sering digunakan sebagai tempat istirahat atau tempat tinggal bagi orang yang bepergian ke Bandung Utara. Namun, ketika Anda berada di Masjid Cipaganti Anda bisa merasakan sejarah yang begitu tebal.

Bahkan, pilihan kuliner di sekitar Masjid Raya Bandung juga sangat beragam, dari hidangan kuliner tradisional hingga hidangan internasional, semuanya tersedia. Masyarakat sekarang dapat beribadah dan bergerak lebih luas karena Masjid Agung Bandung buka 24 jam sehari.

Masjid ini memiliki halaman yang luas dan sekarang digunakan sebagai tempat berkumpul bagi kaum muda masjid dan untuk melakukan kegiatan keagamaan Islam.

Interior bangunan tambahan ini dirancang dengan ornamen ukiran Islam dengan penekanan pada budaya Islam Tatar Sunda. Selain itu, Masjid Agung Bandung juga dilengkapi dengan dua buah lantai basement, yang mana untuk bagian atasnya dipertahankan sebagai ruangan terbuka untuk umum.

Atap masjid telah digantikan oleh atap joglo di kubah besar di atap tengah dan kubah yang lebih kecil di atap kiri dan kanan masjid, dinding masjid terbuat dari batu alam berkualitas tinggi.

Selain menara di sisi kiri dan kanan masjid dan pawestren yang mengikuti teras, mereka dihancurkan sehingga kamar masjid hanyalah sebuah ruangan besar dengan halaman masjid yang sangat sempit.

Keberadaan Masjid Agung Bandung pada saat itu digunakan untuk berdoa peserta konferensi Asia-Afrika. Sebelum Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955, Masjid Agung Bandung mengalami perombakan besar-besaran.

Menara tua dihancurkan dan digantikan oleh menara tinggi tunggal di tepi masjid di selatan. Menara ini diberi ornamen selubung atau bayangan yang terbuat dari logam. Pada 1980-an, penampilan Masjid Agung sangat memprihatinkan, tembok tinggi dibangun di depan dinding depan masjid, yang dihiasi dengan ornamen batu garnet dan gerbang besi.

Atap tumpang tindih tiga lantai yang telah digunakan sejak 1850 telah dikonversi menjadi model atap kubah Timur Tengah.

Bandung Square adalah tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh pengunjung. Ingin tahu lebih banyak tentang fakta-fakta Masjid Agung Bandung di Jl. Dalem Kaum No. 14, Balonggede, Kabupaten Regol, Kota Bandung? Masjid lain yang dimiliki oleh universitas terkenal di Bandung, yaitu ITB. Masa-masa sebenarnya – budaya Barat masih sangat kental dan pendirian doa dianggap sesuatu yang aneh atau religius.

Namun, tidak seperti masjid 24 jam, kunjungan ke menara ini buka mulai pukul 10:00 hingga 16:00 WIB. Di dekat Masjid Agung Cipaganti juga terdapat Taman Kanak-Kanak Alquran, Sekretariat DKM dan kantor agen perjalanan Haji dan Umrah. Area Masjid Agung Bandung berada di satu tempat dengan Alun-alun Bandung.

Masjid Lautze 2 adalah masjid kecil dan unik di pusat kota Bandung. Terletak di Jalan Tamlong, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi perhatian wisatawan yang datang ke kota Bandung.

Bagaimana jika Anda ingin melihat pemandangan kota ini secara bebas di berbagai arah? Anda tidak perlu pergi jauh, Anda bisa menikmati pesona kota Bandung di dua menara di Masjid Agung Bandung.

Menara ini tidak hanya mudah diakses, tetapi juga dapat diakses oleh semua orang, termasuk anak-anak.

Pembangunan masjid ini juga terhambat, di mana bangunan masjid tidak diizinkan. Namun dengan kerja keras dan upaya untuk meyakinkan para guru dan kanselir, Masjid Salman akhirnya dibangun.

Nama Salman berasal dari nama seorang teman nabi yang menggali parit selama perang khandaq. Nama Salman juga diberikan oleh Presiden Indonesia pertama,

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*