Kumpulan Masjid Bersejarah Di Kota Jakarta

Oleh karena itu, pada saat kemerdekaan Indonesia, gagasan membangun masjid agung yang megah telah diterbitkan dan pantas disebut sebagai masjid dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Selain digunakan sebagai kegiatan keagamaan bagi umat Islam, masjid ini juga digunakan sebagai kantor berbagai organisasi Islam di Indonesia, kegiatan sosial dan kegiatan umum. Masjid ini juga merupakan salah satu tempat wisata paling terkenal di Jakarta.

Kumpulan Masjid Bersejarah Di Kota Jakarta

Pada saat itu, gubernur Jakarta, Ali Sadikin, mendukung penuh pembangunan masjid. Dia memberikan alternatif Persija Square atau Taman Sunda Kelapa untuk membangun masjid setelah YISK menerima penolakan dari Bapennas mengenai penyerahan bangunan kepada yayasan.

Kemudian YISK memilih Taman Sunda Kelapa untuk membangun masjid. Masjid yang terletak di Masjid Jalan Matraman, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, memiliki nama asli Masjid Jami ‘Matraman dalem’, yang berarti ‘Masjid Jami’ para pelayan istana, atau masjid yang dimiliki oleh abdi dalem mataram.

Para jenderal merasa mereka harus memperbaiki kesalahan sejarah G30S / PKI dengan membangun sebuah masjid yang berguna untuk ibadah. Karena pembangunan tidak pernah selesai, pemerintah daerah DKI Jakarta menemukan selama Ali Sadikin (almarhum) bahwa ia harus campur tangan untuk menyelesaikan pembangunan sampai bertahan pada tahun 1970.

Sebagian besar wisatawan yang berkunjung adalah selain wisatawan domestik juga Muslim. Komunitas non-Muslim juga dapat secara bebas untuk mengunjungi masjid ini setelah sebelumnya menerima berbagai macam informasi tentang Islam dan juga kemagahan Masjid Istiqlal, meskipun bagian yang dapat dikunjungi non-Muslim terbatas dan harus disertai oleh panduan.

Pertanyaannya adalah, apakah masjid dibangun dari kayu, beberapa puluh meter di selatan Hotel Omni Batavia (kira-kira terminal transportasi darat Kota Jakarta), masjid pertama di ibukota? Tanah bekas masjid itu selanjutnya digunakan untuk membangun perwakilan perdagangan tentara Inggris.

Masjid yang kini berada di Jalan Taman Sunda Kelapa dan dengan Kubah Masjid besar itu dahulunya didirikan pada tahun 1970-an melalui tangan dingin dari arsitek Abbas dalam berbagai macam gaya serta beragam arsitektur dan interior.

Poliklinik Masjid Istiqlal juga dilengkapi dengan instrumen untuk memantau gula darah dan kolesterol serta unit ambulan. Untuk melayani para peziarah dengan disabilitas dan manula, Masjid Istiqlal memiliki lift di selatan. Fasilitas ini adalah hibah dari pemerintah DKI Jakarta. Dengan kapasitas 6 orang, lift dioperasikan pada waktu-waktu tertentu jika perlu.

Wisatawan non-Muslim diizinkan untuk mengunjungi dan memasuki masjid ini, setelah sebelumnya menerima informasi tentang Islam dan Masjid Istiqlal. Pengunjung non-Muslim harus mengikuti prosedur untuk mengunjungi masjid, seperti melepas sepatu dan mengenakan pakaian yang sopan dan pantas.

Misalnya, pengunjung tidak boleh mengenakan celana pendek atau pakaian yang tidak cocok (pakaian lengan pendek, tank top, atau tank top). Pengunjung yang memakai celana pendek biasanya dipinjamkan sarung tangan, sedangkan pengunjung wanita diminta mengenakan kerudung. Meskipun demikian, bagian yang dilarang dikunjungi oleh non-Muslim terbatas dan harus disertai oleh pemandu.

Tidak hanya sebagai tempat shalat, Masjid Istiqlal juga memiliki nilai sejarah yang besar. Gagasan membangun masjid muncul setelah empat tahun deklarasi kemerdekaan.

Soekarno cukup aktif dalam pembangunan Masjid Istiqlal. Didirikan sejak 1978, masjid ini dirancang oleh Frederich Silaban dan memiliki gaya arsitektur internasional yang dapat menampung hingga 200.000 jamaah. Sampai sekarang, nuansa Islam di Jakarta masih tertambat kuat.

Pengunjung non-Muslim lainnya diizinkan untuk mengunjungi daerah lain seperti halaman terbuka, aula, menara kaki, dan koridor masjid. Wahid Hasyim, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia, dan H. Anwar Tjokroaminoto dari Partai Syarikat Islam, mengadakan pertemuan dengan beberapa pemimpin Muslim di Deca Park, sebuah bangunan gereja di Jalan Merdeka Utara, tidak jauh dari Merdeka istana. Bangunan gereja di sebelah Istana Merdeka sekarang menjadi sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*